•   24 January 2022 16:39

     

    Selama kurang lebih empat tahunan ini, musik dangdut mendominasi industri hiburan bahkan sampai tingkat nasional. Jika mau lebih spesifik lagi, pop dangdut Jawa kini semakin diakui kualitasnya. Salah satunya sebut saja Ndarboy, solois dangdut Jawa asal Yogyakarta yang viral sejak 2017 itu.

    Di penghujung 2021, Ndarboy yang bernama asli Helarius Daru Indrajaya (Daru) itu merilis album penuh keduanya bertajuk Cidro Asmoro. Berbeda dengan album pertamanya Pusakarya (2019) yang hanya dirilis secara digital, kali ini Cidro Asmoro dikemas secara spesial dengan rilisan terbatas berbentuk boxset album fisik.

    Menurut Ndarboy, lirik dan lagu Cidro Asmoro sudah ditulisnya selama dua tahun. Album 10 lagu yang berasal dari kisah nyata itu mengangkat perjalanan kisah asmara yang cedera dan merana, lalu dibawakan dengan lirik serta aransemen pop dangdut Jawa (campursari) ala Ndarboy yang khas.

    Berikut wawancara eksklusif brilio.net dengan Ndarboy di kediamannya, Markas Besar Balungan Kere (Mabes Balker), Pandak, Bantul, Yogyakarta, Selasa (11/1).

    -

    Sejak kapan nih, Ndarboy mendalami musik dangdut?
    "Kalau mendalami mungkin baru tahun 2016, itu baru mulai melihat buku, baca-baca, di artikel-artikel dan lain-lain. Kalau sukanya udah dari 2010, jadi dulu itu namanya bukan Ndarboy, tapi grup-grup gitu. Saya sebagai pelaku seni, penyanyi yang nge-grup, intinya gitu. Nah, dulu awalnya saya terjun di musik itu dengan hip-hop dangdut. Setahu saya waktu itu belum ada temen-temen hip-hop lain ya. Terus saya masuk ke genre yang lain-lain juga, terus saya mantap mendalami dangdut itu di tahun 2016 dengan nama Ndarboy Genk terus menciptakan dan berkarya dengan musik dangdut juga."

    Dari keluarga sendiri, apakah ada yang menggeluti dunia seni?
    "Nah itu, yang masih saya cari sampai sekarang ya. Kenapa kok bisa saya berbeda sama keluarga saya, mbah saya sampai tak urutin. Mungkin ya, mungkin saya menganggap itu leluhur saya dulu, mungkin ada yang pesannya atau cita-citanya belum tercapai ya, makanya saya yang dipilih. Saya syukuri sekarang saya yang diberikan kesempatan untuk menjadi seniman, untuk bekerja di bidang ini. Untuk menafkahi keluarga di bidang ini dan berkarya di bidang ini, intinya gitu."

    Masih ingat nggak, berapa bayaran manggung Ndarboy pertama kali?
    "Bayaran pertama, ya nggak bayaran. Saya itu dari 2010 sampai 2013 mungkin ya, berproses itu malah ngeluarin uang. Mau manggung itu kalau zaman dulu ada namanya kolektif, dulu saya malah bayar, yang penting bisa manggung, yang penting bisa masuk pamflet, bisa masuk ke radio-radio. Saya promo ke Jakarta juga, SMP udah promo ke Jakarta saya, sudah membuat sekitar 5 album demo ke sana, kan pengeluaran itu. Mungkin itu yang membuat keluarga saya kayak 'Kamu kenapa to di musik malah habis-habisin uang'. Sempat ditentang dan sempat menjual timbangan. Zaman dulu tahu timbangan, timbangan perak itu lho, apa, kuningan itu lho, itu kan mahal. Minta uang ke orang tua nggak dikasih, 'Rekaman terus nggak ada hasilnya'. Tapi ya itu tadi, saya percaya bahwa mungkin kalau sukses itu bonus ya. Tapi saya percaya akan bisa hidup dari sini, saya bisa makan, saya bisa menafkahi dari sini. Nah itulah, saya saking yakinnya nggak dikasih uang sama orang tua, tak jual itu timbangannya bapak ibuku. Tak jual, nah, ibuku sama bapakku mau menimbang beras, kan kalau PNS biasanya gaji berapa to? Kan gitu ya, terus kalau nggak ada, kan biasanya pada jual beras, aset sawahnya. Timbangannya nggak ada, saya ketahuan dimarahi, sampai segitunya dulu."

    Apa lagu Ndarboy yang paling berkesan dan kenapa?
    "Balungan Kere, Balungan Kere itu paling berkesan bagi saya. Karena menurut saya di situ saya bisa menulis kompleks banget ya, bisa komplet itu loh. Di saat saya sakit hati, di saat saya disepelekan, di saat saya tidak punya ekonomi. Jadi nggak cuma sakit hati, komplet itu, sampai di komentar YouTube banyak yang bilang 'Ini kalau dia saumpama mati besok mending mati sekarang'. Tapi saya kenapa bisa juga memberikan semangat di situ, di dalam liriknya. Ada pesan moralnya, ada pesan untuk kita bangkit tapi ada menceritakan tentang keterpurukan juga. Ternyata walaupun lagunya Balungan Kere, banyak orang-orang yang mendengarkan lagu Balungan Kere itu tidak merasa 'Wah, kere' semakin sedih tapi ternyata saat dia tidak punya materi, saat dia disepelekan, saat dia putus cinta pun, dia mendengarkan lagu Balungan Kere itu malah jadi semangat bagi mereka. Bagi saya ya,kalau yang dari saya mengamati dari orang lain itu lagu Wong Sepele. Untuk teman-teman difabel dan disabilitas juga."

    Wah inspiratif ya, lalu seperti apa proses penciptaan lagu untuk orang-orang difabel dan disabilitas itu?
    "Kalau yang di lagu Wong Sepele tadi, Ndarboy kan sebetulnya sudah main di lokal-lokal lah, manggung-manggung. Dari tahun 2017, ibarat kata kalau untuk kehidupan ya aman lah. Terus saya ketemu di pinggir panggung dia itu, beribu maaf, ya 'agak kurang', terus dia cerita, curhat. Aku ajak ngopi dia ngobrol. Ternyata dia pernah disepelekan, dia pernah sampai nggak mau sekolah karena pernah di-bully dan lain-lain, di lingkungan perkembangannya lah, intinya gitu. Nggak bisa saya sebutkan ya, intinya gitu. Terus dari dia cerita saya tulis, menjadi sebuah lirik cerita gitu. Terus aku evaluasi diri juga, 'Oh, ternyata aku juga pernah di posisi seperti itu'. Nah, ini yang baru tak buka di sini juga. Zaman dulu SD, saya itu sampai pindah sekolah karena saya di-bully. Hampir setiap hari saya pulang dengan tatu, bonyok, sini memar-memar dan lain-lain. Karena saya pernah dipukul, diejek, saya itu dulu kalau berangkat SD zaman dulu ibuku punya motor Honda apa itu, ya bonceng tiga. Adikku di tengah aku di belakang. Terus aku ibaratnya masih sakunya sedikit, diejek. Wah, malah mau nangis aku. Terus saya pindah sekolah sampai segitu, ternyata aku pernah mengalami seperti itu dan setelah in depth interview juga ke teman-teman 'Kamu pernah nggak disepelekan orang', kita sering sharing, diskusi. Jadilah lagu Wong Sepele itu."

    Emang seperti apa sih awal mula perjalanan karier Ndarboy?
    "Ndarboy Genk, Ndarboy Genk itu nama panggungku yang aku percaya kalau ini hokiku di sini pakai nama ini. Ndarboy, Ndaru dan Boy. Boy itu paraban (panggilan), parabanku aslinya itu Bileng. Karena aku dulu orangnya jampeng, jampeng itu 'ngah ngoh'. Karena ya mungkin aku dulu terlalu banyak mempunyai cita-cita. Terlalu banyak berpikiran yang maju-maju. Terlalu banyak melamun, berkarya dan lain-lain. Makanya aku kadang suka blong, makanya dipanggil 'Bileng'. Terus ada satu kakakku, namanya Mas Arnen. Pertama kali Ndarboy Genk rekaman di studionya Mas Arnen itu. Teman-teman manggil aku 'Leng, Leng, Leng'. Tapi Mas Arnen selalu manggil aku 'Boy'. 'Boy, ayo rekaman, Boy ayo semangat Boy!'. Dan dia yang pernah bilang 'Boy kamu jangan berhenti ya, kamu suatu saat calon orang sukses Boy'."

    "Terus kalau saya minta kiriman ke orang tua itu kadang nggak dikasih, ya aku utangnya ke Mas Arnen itu. Kadang dikirim sih tapi dimarah-marahi dulu 'Masak cepat habis'. Terus aku ngomong, 'Mas namaku siapa ya? Bileng, Ndaru, Jaya atau apa?'. 'Ndarboy', Ndaru dan Boy, terus tak pakailah sampai sekarang."

    "Saya ini utang zaman dulu Rp 150 juta studio ini. Dulu ini kolam lele bapak. Jadi saya itu dapat kiriman (uang) dari bapak ibu itu ya nunggu mereka nguras kolam."

    "Terus saya sekarang memilih untuk mandiri dengan manajemen sendiri tanpa label. Labelku ya labelku sendiri, labelnya Mabes Balker Ndarboy Genk ini. Sampai sekarang ya berproses di sini, rekaman di sini, susah seneng di sini gitu."

    Kira-kira dulu pertama kali hutang Mas Arnen itu berapa? Dan momen apa?
    "Zaman dulu itu kalau utang nggak punya uang ya ke Mas Hendra, Mas Arnen. Zaman dulu utang itu Rp 100 ribu, Rp 50 ribu udah banyak ya. Orang dulu aku ditagih mantan pacarku, uangnya disuruh balikin selama pacaran. Uang Rp 300 ribu aja aku pusing carinya sampai utang. Ya itu, termasuk saya utang Mas Hendra itu, Mas Hendra-nya Mas Arnen, aku cuma punya uang Rp 100 ribu. Terus, 'Mas aku utangi mas, aku disuruh balikin sekarang juga soalnya kalau nggak urusannya nggak putus-putus masalahku."

    Dulu kan sempet jualan pecel, ada kemungkinan bikin usaha pecel lagi nggak?
    "Pengin sih, sebetulnya Ndarboy Genk pengin buka usaha lagi, khususnya usaha pecel. Aku pengin bikin pecel malam di Bantul. Kalau biasanya kan makan pecel pada gengsi, tapi lihat aja besok. Saya, Ndarboy Genk mau bikin tempat yang cozy tapi jualannya pecel. Pecelnya enak, ada tusukannya banyak. Pecelku dulu itu enak, yang masak aku sendiri. Aku setiap pagi ke pasar, belanja, masak sendiri, baru tidur. Terus nanti malam buka, delivery sendiri, hujan-hujan tetap jalan. Terus aku penginnya ini buat lagi, jadi tempat angkringan, tapi angkringan pecel gitu terus di situ adalah tempat untuk mengapresiasi sebuah karya atau tempat kita untuk berdiskusi mencari solusi atau berproses berdiskusi untuk berkembang kita agar lebih baik. Dan satu yang perlu tahu buat teman-teman semua, kalian kalau kebanyakan fast food ya junk food, ya nggak sehat. Pecel ini adalah kearifan kita yang patut kita lestarikan. Walaupun makanan sederhana tapi kalau kamu bisa tahu cara menikmatinya, kamu akan lebih sehat jasmani dan rohani."

     

     

     

    See more..
  •   18 January 2022 18:28

    Selama kurang lebih empat tahunan ini, musik dangdut mendominasi industri hiburan bahkan sampai tingkat nasional. Jika mau lebih spesifik lagi, pop dangdut Jawa kini semakin diakui kualitasnya. Salah satunya sebut saja Ndarboy, solois dangdut Jawa asal Yogyakarta yang viral sejak 2017 itu.

    Di penghujung 2021, Ndarboy yang bernama asli Helarius Daru Indrajaya (Daru) itu merilis album penuh keduanya bertajuk Cidro Asmoro. Berbeda dengan album pertamanya Pusakarya (2019) yang hanya dirilis secara digital, kali ini Cidro Asmoro dikemas secara spesial dengan rilisan terbatas berbentuk boxset album fisik.

    Menurut Ndarboy, lirik dan lagu Cidro Asmoro sudah ditulisnya selama dua tahun. Album 10 lagu yang berasal dari kisah nyata itu mengangkat perjalanan kisah asmara yang cedera dan merana, lalu dibawakan dengan lirik serta aransemen pop dangdut Jawa (campursari) ala Ndarboy yang khas.

    Berikut wawancara eksklusif brilio.net dengan Ndarboy di kediamannya, Markas Besar Balungan Kere (Mabes Balker), Pandak, Bantul, Yogyakarta, Selasa (11/1).

    -

    Target konser Ndarboy ingin diselenggarakan di mana?
    "Target konser saya penginnya di Suriname, Belanda. Ya napak tilas lah, perjuangannya almarhum Didi Kempot yang menyambung silaturahmi orang-orang Jawa di sana dengan di Indonesia. Itu kan, kenapa nggak di kota-kota yang mewah, New York dan lain-lain tapi Pak Didi memilih di Suriname. Karena di sana masih banyak saudara-saudara kita, makanya saya penginnya ke Suriname, setelah itu Belanda terus ke yang lain-lainlah. Tapi sebetulnya udah mau berangkat ini di serangkaian tour Album Cidro Asmoro ini, kan Jawa-Bali-Papua sama Sumatera. Kalau Sumatera tanggalnya baru dirundingkan. Kalau kita berangkat 'gongnya' di Suriname pun bisa, tapi kalau kita pulang kita harus karantina."

    -

    Siapa penyanyi yang ingin Ndarboy ajak kolaborasi tapi belum terwujud?
    "Almarhum Didi Kempot, dulu sebetulnya itu udah mau berkolaborasi. Intinya sudah ketemu sudah mau berkolaborasi. Aku mau sowan (berkunjung) untuk memastikan itu semua, liriknya, nadanya dan lain-lain. Rencana minggu depan, terus di minggu depan itu, rencana besok pagi. Aku udah bilang itu, 'Bu, aku mau ke Ngawi belikan batik'. Ya udah, untuk memberikan baju Pak Didi Kempot, saya mau sowan (berkunjung). Moga-moga bisa fix berkolaborasi.

    Keesokan harinya pas ibuku baru cari batik, aku dibangunin ibu, 'Nak, nak, Pak Didi meninggal dunia..' gitu. Saya nulislah lagu yang judulnya Kembang Mawar. 'Dudu klambi anyar sing tak gowo, tapi kembang mawar sing tak tabur ning pesarean', ya bener kan? Aku niatnya mau bawa baju baru, tapi malah bunga mawar yang tak bawa seperti itu.

    Tapi kalau sekarang ya, sekarang mau buanget Sheila On 7, aku ngefans banget. Kemarin Mas Duta live itu sampai aku spam terus, nggak dibaca-baca to, terus mau akhir-akhir live itu Mas Duta bilang, 'Ndarboy, semangat ya!'. Gitu doang, itu juga sueneng aku. Musisi yang berproses dari nol to, setahu saya itu dari SMA apa dari muda dia udah main musik, sampai sekarang dan karya-karyanya sungguh luar biasa dan dia juga dari Jogja. Semoga terealisasikan, amin.

    Terus yang kedua, Endank Soekamti, karena Endank Soekamti itu jiwa membaraku ya. Ya maksudnya yang membuat aku punya boxset ini, sampai aku punya cita-cita besok aku bakal punya boxset, aku bakal punya CD, aku harus punya rilisan fisik dan lain-lain. Ya karena melihat proses dari Endank Soekamti, gitu."

    -

    Apa filosofi di balik tour dan album bertajuk Cidro Asmoro?
    "Tour-nya Cidro Asmoro, ya Cidro Asmoro ini nama tajuk albumku kan. Karena saya pengin menyapa teman-teman di kota-kota sana yang saya pikir selama ini mereka cuma mendengarkan laguku. Dengan viewers di YouTube-ku yang puji syukur yang seperti itu, berkat teman-teman penikmat itu. Tapi saya nggak tahu nih, orangnya yang mana, yang nonton siapa, kok viewers-ku bisa jutaan itu beneran atau nggak, kan gitu. Makanya saya pengin tour ini, pengin menyapa mereka dan banyak juga yang ternyata, kayak kemarin di Kebumen, Demak itu mereka tahu lagunya pas konser nyanyi semua, tapi pas aku nongkrong di alun-alun dia nggak tahu orangnya. Padahal itu menurutku hampir 50% orang-orang Batang tahu berita, itulah karena dibantu tim media setempat juga kan. Tapi ya nggak tahu orangnya tapi tahu lagunya, ya itu. Terus kenapa dikasih Cidro Asmoro, banyak orang yang gini 'aku lagi cidro kok', itu kan kesannya aku sedang sakit hati. Padahal cidro itu bukan sakit hati, tapi cidro itu mengingkari janji. Cidro dan Asmoro, jadi suatu harapan yang diingkari, jadinya sakit hati. Kenapa saya memilih Cidro Asmoro itu karena di dalam kehidupan pasti kita akan menemukan asmoro, tapi kita juga akan menemukan cidro. Yang sudah cidro belum tentu tidak bakal menemukan asmara. Terus yang sudah menemukan asmara, belum tentu itu jodohmu dan kamu suatu saat akan cidro jika belum menemukan jodohnya.

    Makanya di album ini juga saya menceritakan tentang proses perjalanan mencari jodoh, mencari nasihat orang tua, mencari jati diri lah. Ini jati diri saya ini proses asmara saya dari zaman saya jualan pecel sampai sekarang. Makanya di video klip series-nya pun ceritanya itu cerita real saya dulu. Saya jualan pecel, saya angkat menjadi video klip series yang kemarin yang sudah rilis itu berjudul 'Moro Moro Teko', itu track pertama dan menjadi episode pertama juga. Dari 10 lagu yang serangkaian, saling berkesinambungan, saya pun nulisnya pakai emosi yang apa ya, 'aku bar moro-moro teko', aku flashback lagi, aku dulu pas diputusin gimana rasanya, itu sampai lagu di terakhir 'Selamat Tinggal Kasih'. Dan di sini lagu penguncinya adalah 'Moro Moro Teko' episode satu, 'Teko Lungo' episode lima, terus 'Moro Moro Lungo' episode sembilan. Ceritanya gimana, nanti tunggu saja di channel YouTube-nya Ndarboy Genk, harus mengikuti lah, kalau nggak ya 'blong' pasti. Terus 'Moro Moro Teko' itu kan juga sama, di bulan Januari kita rilis single 'Moro Moro Teko', dan juga konsepnya hampir sama kayak tour sebetulnya di dalam lagu ini. Ndarboy Genk Moro Moro Teko di kota-kotanya saudara-saudara."

    -

    Harapan Ndarboy dari tour album Cidro Asmoro?
    "Harapannya ya, kita mengurus izin, kita mengurus semuanya. Yang dulunya kita manggung, pulang bayaran. Tapi ini kita harus mempersiapkan jualan tiket, kita mempersiapkan promo, kita mempersiapkan perizinan dari promotor dan dibantu juga dari teman-teman semuanya kan, Volcano juga dari teman-teman Jogja. Harapannya adalah biar saya itu mengerti proses. Jujur ya, dulu aku pernah mengalami star syndrome itulah, tapi ternyata aku nggak sadar yang sadar itu orang tuaku, orang-orang di sekelilingku, keluargaku. 'Kamu kok sekarang sombong, kamu kok begini, apa-apa kok ingin dibeli?'.

    Mungkin dengan adanya tour ini, harapannya adalah aku, mungkin aku sendiri ya bisa lebih menghormati dan aku bisa lebih mencintai pekerjaanku lagi. Dan ternyata di setiap tour, setiap show itu yang dulunya aku cuma dipanggil manggung, ternyata mempersiapkan aku manggung itu di luar sana itu banyak panitia yang susah payah mencari donatur, mencari sponsor, gimana caranya jual tiket, gimana caranya itu biar ramai. Nah, di tour saya ini jadi mengerti bisa menghormati sebuah proses pertunjukan, itu secara teknis ya.

    Tapi kalau secara harapanku pribadi sebagai seniman atau artis atau penyanyi, saya harap teman-teman semua walaupun di masa pandemi ini hampir dua tahun, kita cuma bisa berkarya di digital dan lain-lain menyapa teman-teman dari karya digital. Harapannya, ayo kita berani untuk bergerak walaupun kondisi sedang tiarap. Bergerak dululah, tapi bergerak harus dengan prosedur dan juga aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Maksudnya, kita ngurus perizinan dengan sebagaimana mestinya di situ juga dengan protokol kesehatan. Sepertinya kami sudah melaksanakan itu, dengan Peduli Lindungi, masuk dengan cuci tangan dan lain-lain. Dan di tempat juga sudah ada kursi, sudah ada barikade, ada sekat, ada batas-batasannya, jaga jarak, aturan-aturan dan lain sudah ada. Tapi karena itu tadi, antusias dari teman-teman. Tapi saya nggak menyalahkan teman-teman, karena kerinduan kita akan event itu luar biasa.

    Kalau kalian tahu sebetulnya yang di atas panggung yang di foto-foto di sosmed-nya Ndarboy itu di luar masih banyak yang mau masuk, yang sudah masuk pun duduk pengin berdiri pengin loncat-loncat dan lain-lain. Jadi ya nggak bisa disalahkan juga, karena ibaratnya kalau kamu punya pacar LDR, sayang sama pacarnya, kalau ketemu nggak mungkin kamu jaga jarak, tetap pelukan. Seperti itulah maksudnya, rasa kangennya sampai kayak kita kangen sama pasangan kita itu loh. Saya merasakan atmosfer itu dan saya pun juga sudah 'tolong, tolong duduk di tempat, jangan berdiri', nggak bisa itu. Seperti itulah, gambaran perasaan yang saya rasakan di tour ini.

    Jadi harapannya ya itu tadi, biar teman-teman bisa bergerak dan juga saya pengin mengobati rasa luka di dalam teman-teman. Yang biasanya orangnya sakit hati nangis di pojokan sendirian mendengarkan laguku. Ya, sekarang ayo nangis bareng-bareng, mengeluarkan apa unek-unekmu. Jadi konsep ambyar, konsep nyenyeh, konsel full cemberut. Itu di dalam konser Ndarboy Genk itu konsep yang bukan maksudnya kamu datang untuk semakin terpuruk, tapi kamu datang ke konser Ndarboy Genk, ayo lepaskan, kita dengan euforia dan semangat dari musiknya dangdut yang 'tung tak dang tak' dengan lirik-liriknya yang menyentuh menjadi soundtrack di hidupnya, dia lepaskan semuanya ya itu namanya diambyarkan, dinyenyehke itu artinya dilunturkan, kamu cemberut di situ tapi setelah dia nonton konser dia pulang, dia mempunyai energi positif lagi.

    'Oh ternyata Ndarboy Genk yang nulis lagu loh, yang nulis lagu tentang sedih-sedih ini', yang bisa jadi soundtrack-mu saat kamu sedih aja aku bisa turun panggung dengan bahagia dengan puas bertemu kalian semua, ya kalian juga harus pulang setelah mendengarkan lagu-laguku ya dengan bahagia lagi begitu, konsep panggungnya seperti itu."

    -

    Di era digital ini, distribusi album Cidro Asmoro ini kenapa pakai boxset? Awal mulanya seperti apa?
    "Ndarboy Genk itu berproses dari digital emang, dari YouTube. Jadi dulu saya jualan pecel, saya gitaran, saya rekaman, saya ngutang ke sana-ke sini. Terus saya upload begitu saja di YouTube, sudah aku anggap itu anakku yang besok bisa jadi mandirilah dan ternyata benar. Lama kelamaan memang dunia digital itu mengerikan ya, tanpa kita bisa sentuh, tanpa kita bisa lihat, tapi kita bisa merasakan. Kok tahu-tahu laguku diputer di Indomaret, wah ya suatu kebanggaan. Suatu band lagunya diputer di Indomaret itu sudah senang menurutku, zaman dulu loh. Oh, ternyata laguku bisa diterima ya dari distribusi YouTube sampai sekarang, radio semua dengerin lagu-laguku, terus di YouTube rekomendasi lagu-laguku dan lain-lain.

    Sampai di tahun 2020, Ndarboy Genk sampai kapan kita di zona nyaman? Kalau kita nggak keluar dari zona nyaman kita nggak akan lebih kreatif. Menurut saya, selama 2016 itu sampai 2020 saya dari digital itu ternyata juga ada mafianya. Dari master saya dicuri sama orang, masterku dilisensikan oleh orang, dulu nggak tahu kan asal upload. Terus aku mempelajari tentang lisensi itu seperti apa. Terus YouTube-ku kok penghasilannya cuma segini dari adsense, oh ternyata saat kita cuma adsense itu kita cuma jadi ibaratnya honorernya YouTube makanya harus konten ED, kita mempelajari konten ED. Wah, lagu-laguku di-cover orang, yang ngover banyak nggak izin. Mau ngamuk tapi mereka juga memperkenalkan laguku jadi berkah buat mereka, jadi rezeki buat mereka. Dan saya itu tipikal kalau di-cover silakan, karena saat karya itu bisa jadi berkah, saat bisa jadi rezeki buat orang lain berarti anakku berguna untuk orang lain intinya gitu. Tapi kalau nggak izin kan terkadang, hasilnya segini tapi kok nggak izin.

    Sedangkan aku, cicilanku banyak nggak bisa bayar zaman segitu maka itu saya mempelajari dunia publishing. Setelah dunia publishing, platform-platform digital, aplikasi-aplikasi karaoke kok nggak izin sama aku, padahal laguku di situ banyak dan mereka dapat uang dan lain-lain. Aku mempelajari tentang hak cipta, terus somasi dan lain-lain. Bagaimana kita somasi orang, ya itulah panjang pokoknya proses perjalananku, proses pembelajaranku di digital itu sudah cukup nih, dasarku udah cukup, aku udah tahu semua. Aku sudah tahu teknisnya dan lain-lain, dan orang-orangnya aku sudah tahu, circle-nya.

    Terus di tahun 2020, saya buka rekaman HP saya. Kalau nggak percaya ini sampai sekarang nggak tak ubah-ubah. Ada sekitar 2.300 (lagu) sampai hari ini. Di waktu itu 2020 setahu saya itu nggak sampai 2.300, ini kan tadi malam sudah buat lagu juga, seribu tujuh ratus berapa gitu. Saya kembali buka memo saya, dari zaman dulu saya jualan pecel itu masih ada. Terus ada HP saya yang di sana Android, dulu belum pakai iPhone, pakai Android Oppo, itu masih ada yang merah itu juga ada sekitar seribuan yang saya kelola. Saya dengarkan setiap malam dari 2020 itu untuk menulis lagu-lagu di dalam album Cidro Asmoro ini, serangkaian.

    Jadi lagu di dalam album Cidro Asmoro ini sepuluh lagu itu isinya aku pikir serius, aku rasakan beneran. Rasanya seperti apa, proses perjalanan gimana. Setelah jadi sepuluh lagu semuanya, karena dulu Ndarboy Genk itu membuat yang sukses ya, ya yang menurut saya jadi berkah, jadi rezeki, jadi hasilnya itu Trilogi Balungan Kere, Trilogi Lintang Sewengi-Ojo Nangis itu. Sepuluh lagu itu sebetulnya mau tak buat video klip series. Tapi kok sayang, aku digital ya cuma begini-begini aja, aku udah tahu, terus aku memantapkan diri untuk keluar dari zona nyaman biar bisa lebih kreatif. Makanya saya memilih sepuluh lagu itu serangkaian kisah cidro lan asmoro itu, saya kemas menjadi boxset album Cidro Asmoro dan juga CD begitu. Tapi nantinya juga akan dirilis menjadi video klip musikal series bersama mas Bagustikus (Bagoes Kresnawan) itu yang merealisasikan. Jadi, lagu-lagu di dalam sini akan dirilis menjadi video klip musikal series.

    Terus ada yang tanya juga, yang idealis banget dia kolektor fisik ya. 'Loh, kenapa kamu jualan fisik kalau kamu bakal rilis lagumu di digital?'. Ya tapi, sah-sah aja, karena kita konsepnya beda loh. Saat kamu lihat di digital ya kamu tahu ceritanya, kamu tahu visualnya, tahu lagunya, dan lain-lain tanpa membeli boxset biasanya. Terus kalau yang membeli boxset, berarti kamu ikut melestarikan dan juga kamu ikut mendukung proses produktivitas seniman tersebut. Jadi menurutku boxset ini juga menjadi jaring, saringan, buat selama ini aku berkarya itu siapa orang yang benar-benar cinta dengan karya-karyaku, cinta dengan Ndarboy Genk, ya yang beli boxset ini. Dan ini mempunyai value yang berbeda, ini boxset pertama dan sekarang harganya Rp 400 ribu, saya percaya suatu saat aku sudah mempunyai album yang ke berapa harga boxset ini kalau sudah habis mungkin dikolektor bisa lebih harganya. Bukan karena harga nilainya tapi karena storynya, ceritanya.

    Dan ini menurut saya, di dalam album Cidro Asmoro ini setelah saya review ke teman-teman seniman, musisi-musisi itu pada ngomong 'Kok ini lagunya up semua, emosinya kok bagus semua'. Ya itu tadi kembali ke pembicaraan yang tadi, aku benar-benar melihat asetku untuk saya tulis di sini, pokoknya di dalam sepuluh lagu ini menurutku lagu yang benar-benar andalanku, notasinya, aransemennya dan lain-lain. Padahal biasanya kalau orang atau seniman kebanyakan membuat album itu biasanya dia mementingkan alurnya. Oh, lagu pertama di-der (up), lagu kedua dibuat santai dulu, mungkin dia bisa membuat yang lebih juga tapi mending ini buat album selanjutnya. Mungkin yang Pusaka (album pertama) itu di dalam albumnya itu mungkin cuma ada tiga atau dua lagu, kalau ini semuanya mempunyai arti dan mempunyai makna di dalam kisahku.

    Jadi album pertamaku ini kenapa harganya Rp 400 ribu, kok mahal banget? Ya ini aku membuat ini tanpa sponsor aku.. Sedih aku.. Aku manggung nggak bayaran hampir satu bulan lebih, yang penting anak-anak terbayar, aku menabung, terus ada beberapa dari kebutuhan keluarga yang harus aku cukupi dan lain-lain. Aku harus mengeluarkan ini dengan dana pribadi dan menjual pribadi dan ternyata jualan fisik itu sulit. Tapi aku nggak pernah menyalahkan itu, karena konsepku dari awal aku pengin menjaring siapa ini yang senang beneran dengan albumku. Dan mungkin suatu saat aku ketemu sama orang yang membeli itu, aku bakal lebih mengapresiasi seperti kamu mengapresiasi karyaku sebagai aku Ndaru dan kamu yang membeli boxset-ku. Dan aku percaya buat teman-teman yang membeli boxset-ku ini adalah kenang-kenangan terbaikku buatmu."

     

    See more..
  •   31 December 2021 18:18

    Halo Sobat Brilio,

    Istilah masuk angin tentunya sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Bahkan masuk angin sering dianggap penyakit khas dan bisa dibilang jadi 'penyakit langganan' bagi orang Indonesia. Istilah ini menggambarkan keadaan kondisi badan yang tidak sehat seperti biasanya. Badan yang lemas, kembung, meriang menjadi gejala ungkapan keadaan medis ini. Namun ternyata masuk angin secara kajian ilmiah bukanlah penyakit lho. Bahkan istilah masuk angin di medis tidak ada. Jadi apa arti masuk angin sebenarnya ya? Yuk simak video selengkapnya di Youtube Brilio news. 

    See more..
  •   31 December 2021 15:15

    Halo Sobat Brilio!

    Kali ini Brilio berkesempatan ngobrol dan cerita bareng Chicco Kurniawan tentang perjalanan karier di dunia perfilman. Ternyata dunia akting sudah menyelamatkan hidup sosok Chicco Kurniawan, lho. Kok bisa, ya? Chicco pun berkeinginan menjajal semua karakter untuk menggali kemampuan aktingnya. 

    Penasaran gimana cerita lengkapnya? Yuk simak terus special interview bareng Chicco Kurniawan di channel Brilio News!

    See more..
  •   30 December 2021 18:18

    Halo sobat Brilio,

    Bagi kamu penggemar kucing, hewan berbulu yang menggemaskan ini pastinya jadi primadona untuk dijadikan hewan peliharaan. Bahkan perawatan sampai makanan terbaik diberikan untuk hewan berkaki empat ini. Tingkahnya yang lucu dan lincah pastinya membuat senang dan dapat menghilangkan stres setelah seharian bekerja. Tapi pasti kamu pernah mengalami kucing kesayanganmu hilang dengan sendirinya? Namun beberapa saat ia kembali lagi pulang.  Nah setelah lama hilang dan berpetualang hingga jauh bagaimana ya kucing bisa pulang? Ternyata hal ini ada penjelasan ilmiahnya loh. Yuk simak videonya.

     

    See more..
  •   30 December 2021 15:15

    Halo Sobat Brilio!

    Kali ini Brilio berkesempatan ngobrol dan cerita bareng Bisma Karisma tentang perjalanan kariernya di dunia hiburan. Diketahui Bisma merupakan jebolan vokal grup Smash yang membuat namanya dikenal hingga saat ini. Ia bercerita perjalanannya dari dunia musik hingga nyemplung ke dunia seni peran. Tak hanya itu, ia juga bercerita tentang kesibukannya saat ini selain di dunia film maupun musik.

    Penasaran gimana cerita lengkapnya? Yuk, simak terus special interview bareng Bisma Karisma di channel Brilio News!

    See more..
  •   25 November 2021 17:00

    Halo Sobat Brilio, 

    Yukk simak video Brilio! Berikut ini!

    Di Kalasan, Sleman ada warung yang tersembunyi di dalam kebun. Memiliki konsep outdoor warung makan ini membawa pelanggan menikmati makan di bawah pohon rindang. Warung Kebon Kalasan hadir dengan menu-menu yang bikin pelanggannya nostalgia dengan menu tradisional yang khas. Disajikan berbeda dari tempat lain menambah keunikan warung makan ini. Suasana yang sejuk di bawah pohon dan di pinggir persawahan dengan cita rasa makanan yang nikmat bikin pelanggannya dibuat balik lagi.

    Dimiliki oleh mantan pegawai maskapai penerbangan yang kini sukses jadi pengusaha kuliner. Tempat makan yang mempresentasikan keinginannya balik ke masa kecil ini berhasil menghipnotis pelanggan juga merasakan nostalgia.  

    Penasaran kan menu makanan yang ada di Warung Kebon Kalasan seperti apa, yuk langsung simak video lengkapnya!

    See more..
  •   19 November 2021 17:00

     Halo Sobat Brilio, 

    Sosok Sirilius Kevin nggak berhenti jadi topik obrolan media sosial belakangan ini. Bocah berumur 14 tahun asal Yogyakarta ini berhasil membuat sebuah aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Berawal dari kepeduliannya terhadap permasalahan yang terjadi beberapa waktu belakangan mengenai penyalahgunaan dan pencurian data, Ia membuat sebuah aplikasi yang diberi nama Watermark KTP. Melalui website watermarkktp.com ia memberikan solusi mudah dalam pemberian watermark pada foto scan  KTP.

    Sejak ia membagikan proyek aplikasinya tersebut di media sosial, banyak tanggapan positif netizen datang kepadanya. Dari yang pengapresiasi sampai memberi saran dan masukan untuk mengembangkan aplikasinya tersebut. Bersifat open source, Kevin sangat terbuka menerima feedback untuk aplikasinya tersebut. Bahkan beberapa programmer tak sungkan membantu membenahi tampilan dan fitur aplikasinya. 

    Lalu siapakah Sirilus Kevin ini dan bagaimana ia bisa membuat aplikasi Watermark KTP di usianya yang masih terbilang belia? Simak wawancara eksklusif Brilio bersama Sirilius Kevin di video ini ya. 

    See more..
  •   09 November 2021 16:00

    Hallo Sobat Brilio, 

    Kotagede dikenal sejak dulu sebagai kota lama bekas ibukota Kerajaan Mataram Islam.  Sebagai bekas ibu kota pada pemerintahan Panembahan Senopati, Kotagede menyisakan peninggalan sejarah yang terlihat dari arsitektur bangunan, kehidupan sosial budaya dan kulinernya. Kuliner unik zaman dulu masih tersimpan dan jadi keistimewaan dari Kotagede. Salah satu kuliner peninggalan Kerajaan Mataram yang masih bisa kita lihat saat ini yakni roti kembang waru. Roti yang terinspirasi dari bunga pohon waru ini merupakan kudapan favorit bagi keluarga kerajaan Mataram pada zamannya. 

    Seiring perkembangan zaman, roti kembang waru dapat dinikmati masyarakat umum dan diperjual belikan secara bebas. Di desa Bumen, Kotagede terdapat sentra pembuatan roti kembang waru. Salah satu pembuat dan pelestari kuliner peninggalan kerajaan Mataram ini yakni Basiran Basis Hargito.  Sejak 1983, Pak Bas sudah mulai menggeluti usaha pembuatan roti unik ini. Masih mempertahankan cara tradisional dalam memanggang menjadi ciri khas roti kembang waru miliknya. 

    Penasaran kan seperti apa roti kembang waru itu seperti apa? Yuk, langsung simak video selengkapnya!

    See more..
  •   02 November 2021 18:00

    Hallo Sobat Brilio, 

    Warung makan di Yogyakarta sangatlah menjamur dan dapat ditemukan di berbagai sudut kota. Hal ini tak dipungkiri juga karena alasan banyaknya kampus yang tersedia di Yogyakarta. Harga terjangkau dan masakan yang nikmat cocok bagi para mahasiswa untuk mencari makan. Namun dari banyaknya warung makan yang ada mungkin yang punya sejarah panjang bisa dihitung. Salah satunya adalah Warung Makan Bu Spoed. Warung legendaris yang menyediakan masakan khas Jawa tempo dulu ini sudah ada sejak 1920.

     Telah dikelola generasi keempat, masakannya yang khas dan otentik masih dipertahankan hingga kini. Warung yang dikenal juga dengan sebutan “Warung Mbah Galak” ini selalu ramai dikunjungi pelanggannya. Sejak warung ini belum buka pun banyak pelanggan rela antre hanya untuk mendapatkan sajian nikmat yang disajikan di warung ini. Tak jarang juga masakan di warung ini habis sebelum jam tutup. Tak hanya masyarakat biasa, pejabat hingga para seniman juga menjadi langganan warung ini.

    Penasaran kan seperti apa menu istimewa di tempat ini? Yuk, langsung simak video selengkapnya!

    See more..
  •   29 October 2021 19:00

    Hallo Sobat Brilio, 

    Jogja dikenal punya banyak tempat makan yang menyajikan pemandangan alam. Salah satunya yang berada di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman yang mengusung konsep tradisional dan sajian alam. Bernama Warung Watoe Gadjah, pelanggan dibawa layaknya bertamasya ditemani aliran sungai dan persawahan.

    Resto ini juga menyediakan spot yang Instagramable, cocok bagi kamu yang suka foto dengan pemandangan alam. Tak hanya tempatnya yang menarik, resto ini juga menyajikan kuliner istimewa. Menu makanan beragam khas Kebumen jadi andalannya.

    Penasaran kan seperti apa menu istimewa di tempat ini? Yuk, langsung simak video selengkapnya!

    See more..
  •   27 October 2021 17:00

    Hallo Sobat Brilio, 

    Bakmi Jawa menjadi salah satu makanan yang dicari oleh penikmat kuliner yang berkunjung ke Yogyakarta. Hampir setiap sudut jalan di Yogyakarta pasti akan ditemukan warung bakmi Jawa. Menghadirkan konsep Jawa tradisional di bangunannya, Bakmi Jawa Mas Joyo jadi salah satu tempat bakmi yang  cukup terkenal di kalangan pecinta kuliner bakmi. Tak hanya menyajikan tempat yang nyaman, sajian yang nikmat juga jadi alasan para pelanggan selalu datang lagi.

     Tak seperti bakmi Jawa lainnya yang dimiliki perorangan, Bakmi Jawa Mas Joyo ini dimiliki oleh sebuah masjid, lho. Usaha bakmi Jawa ini pun menjadi penopang kegiatan yang dilakukan oleh Masjid Joyopranan yang terletak di kampung tertua di Yogyakarta. Bakmi Jawa Mas Joyo ini  diinisiasi oleh takmir masjid Joyopranan dan disokong oleh masyarakat sekitar. Meski merupakan amal usaha masjid tapi pengelolaannya dilakukan profesional dan menghadirkan tempat makan bakmi Jawa yang nikmat dan cocok bagi penyuka bakmi Jawa.

    Penasaran kan seperti apa menu istimewa di tempat ini? Yuk, langsung simak video selengkapnya!

    See more..
  •   22 October 2021 17:17

    Hallo kawan Brilio, 

    Yuk simak video Brilio! Berikut ini!

    Jamu menjadi sajian khas yang dipercaya sebagai obat herbal ampuh untuk menghalau berbagai penyakit. Meskipun sudah banyak jamu kemasan instan, namun jamu tradisional tetap banyak diminati.

    Satu di antara banyaknya kedai, Jamu Ginggang berkonsep tradisional jadi legendaris di Yogyakarta sejak 1926. Resep sudah turun temurun kini dikelola oleh generasi kelima. Rasanya khas dan harga terjangkau, jamu buatan abdi dalem Pura Pakualaman ini sebentar lagi berusia satu abad. Khasiatnya pun tak perlu diragukan lagi.

    Mengusung nuansa kedai tempo dulu, bikin suasa nostalgia sembari minum jamu. Tak hanya masyarakat Yogyakarta, jamu ini juga terkenal hingga luar kota.

    Penasaran kan seperti apa menu istimewa di tempat ini? Yuk, langsung simak video selengkapnya!

    See more..
  •   19 October 2021 18:18

    Hallo kawan Brilio, 

    Yukk simak video Brilio! Berikut ini!

    Mi Ayam Grabyas Red Door populer sebagai kuliner malam Yogyakarta yang selalu ramai dan jadi buruan. Sempat vakum beberapa saat, tapi akhirnya memutuskan buka kembali demi memuaskan pelanggannya.

    Mi ayam ini milik Bimo Wiwohatmo, seorang seniman tari sekaligus dosen seni rupa ISI. Rasa mi yang disajikan Bimo berbeda dari yang lain. Ciri khasnya ada topping grabyas spesial. Nah, grabyas apa ya? yuk cari tahu cerita selengkapnya.

    Simak video lengkapnya!

    See more..
  •   15 October 2021 17:17

    Hallo kawan Brilio, 

    Bantul tak hentinya menghadirkan tempat makan yang eksotis dan menarik, salah satunya Restoran Jiwa Jawi.  Berada di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul restoran ini menghadirkan sensasi makan seperti di tengah hutan. Tempat ini biasa jadi destinasi bagi keluarga maupun kaum milenial untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan. 

    Restoran yang bernama Jiwa Jawi ini memiliki konsep tradisional dan budaya yang kental pada bangunannya yang dipadukan dengan suasana alam yang asri. Ditambah dengan sajian yang menarik, membawa kamu dapat merasakan berbagai macam makanan dari beberapa daerah di Indonesia. Dengan suasana yang nyaman, tempat ini membuat sensasi makan tidak terlupakan. Tempat makan ini pun jadi langganan para artis ibu kota jika berkunjung Yogyakarta.

    Penasaran kan Jiwa Jawi Resto seperti apa, yuk langsung simak video lengkapnya!

    See more..
TOP